If Takes Two to Loves...

Wednesday, July 15, 2015

Kemarin, gua sekedar iseng aja melihat koleksi buku adik gua, lalu perhatian gua condong ke arah suatu buku bergenre teenlit. Awalnya, gua baca resensinya dulu di cover belakang, lalu timbulah rasa penasaran. Dan setelah gua baca-baca, akhirnya gua sadar kalau sehari sudah terlewat. Wah, rekor baru buat  catatan "Lupa Daratan Terlama" gua.


Buku it takes two to love
Cover Bukunya

Judul teenlit-nya adalah "It Takes Two to Love" karangan Christina Juzwar. Buku ini keluaran tahun 2012. Secara overview, fisiknya terlihat simpel dengan background kuning tua. Sudut pandangnya adalah sudut pandang orang pertama. Selain itu, buku ini recommend banget buat kalian yang doyan emosinya diaduk-aduk.

Sebelumnya, gua termasuk jarang baca teenlit. Terakhir kali teenlit yang gua baca, judulnya The Friendzone: Terlanjur Cinta Banget Sama Kamu. Tema-nya pun nggak jauh beda dengan buku ini, yaitu "Sahabat Jadi Cinta" (agak pasaran). Kata adek gua, ending tema tadi bisa membuat pembacanya menangis sendu. Masak sih? Untungnya, hal itu nggak mempan buat cowok cool seperti gua. (padahal habis baca—air mata jatuh seember)

Oke, gua akan kasih tau garis besarnya saja, ya. 
Novel ini mengisahkan dua orang sahabat yang bernama Sarah dan Igi. Sejak kecil sampai dewasa, persahabatan mereka nggak pernah luntur, tapi nggak ada kata cinta yang terucap di antara mereka.
Setelah waktu berjalan, akhirnya mereka masing-masing punya pacar sendiri. Pertama, Sarah dahulu yang pacaran dengan teman kerjanya, Jans. Dari awal mereka bertemu, Jans memang terobsesi dengan Sarah, dan sampai akhirnya Jans dapat membuat Sarah jatuh cinta kepadanya.
Sarah kaget luar biasa pas dengar kabar Igi akan berangkat ke Inggris. Meski kecewa, Sarah nggak bisa ngelarang, dong. Dan munculah janji untuk menjaga persahabatan mereka.
Tetapi setelah beberapa tahun kemudian, saat Igi pulang ke Indonesia, Igi pulang bersama dengan Andien, pacarnya. Namun, kabar bahwa Igi punya pacar sebelumnya, belum sampai terdengar di telinga Sarah.
Banyak kejadian yang terjadi, bahkan ada yang sampai tidak kontak-kontakan selama  beberapa bulan. Konflik ini terjadi sampai jenjang pernikahan masing-masing.
Namun, yang cukup menjadi perhatian gua, endingnya jauh dari expetasi gua. Expetasi gua mengatakan kalau konflik ini bisa diselesaikan dan mereka jadi pacaran lagi, kayak buku The Friendzone. Namun, di buku It takes, di endingnya terdapat pernikahan Sara dengan Jans. Lalu bagaimana dengan Igi? Akhirnya mereka saling memaklumi dan lebih memilih persahabatan kembali.

Secara total, novel karangan Christina Juzwar kali ini berhasil membuat emosi gua teraduk-aduk. Buku yang pas buat mengisi liburan gua di Jakarta kali ini. Sory, ya, kalau gua nggak menceritakan total ceritanya. Maksud gua menulis buku ini cuma sekedar review singkat aja, sekaligus bisa menjadi bukti kalau gua pernah baca buku ini.

Untuk mengisi penasarannya, kalian bisa baca sendiri, kok. Dan rasakan, gimana emosi kalian teraduk-aduk udah kayak adonan donat. Oke, akhir kata, thanks ya kalian sudah baca review kali ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya. Bye..
 

Baca Juga Tulisan Ini

6 KOMENTAR

Terima kasih sudah membaca tulisan Peter. Peter menunggu komentar, kritik dan saran untuk kemajuan blog ini. Jika tidak, mau sekedar aben dengan menulis nama, bisa kok. Ditunggu, ya.

Paling Laris Dibaca

Ikuti Peter, Yuk!

Komunitas Blogku